SYAHADAH PINTU GERBANG KEMERDEKAAN

Katakanlah: “Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.(7:158)

Tidak diragukan lagi syahadat yang mengubah wajah Arab jahiliyah menjadi wajah Islam yang cemerlang, kegelapan diganti dengan cahaya terang benderang, permusuhan pun diganti dengan suasana ruhama’ bagai satu tubuh. Rosululloh diutus untuk seluruh Manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh Alam, baik alam syahadah maupun alam ghaib, agar manusia sadar akan arti kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan Jahiliyah adalah suatu kehidupan dialam gelap, bukan gelap tidak ada cahaya matahari dan penerangan, tetapi gelap karena tidak bias membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang halal, dan mana yang haram. Hidup bagaikan kehidupan binatang buas, tidak tahu apa yang harus ditempuh dalam kehidupan ini.

Maka  Syahadat sebagai pondasi bangunan Islam yang harus mendapat prioritas utama dalam pengamalannya, adalah bagaimana saklar yang akan menyalakan lampu Ilahi, menerangi hati yang gelap gulita sehingga manusia dewasa ini, khususnya bagi mereka yang sudah mengenal Islam baru kulitnya saja. Banyak yang terperangkap kejurang kehancuran, kebodohan dalam menempuh jalan hidupnya, hanya karena tak tahu akan makna dan arti syahadat yang sesungguhnya.

Karena syahadat yang sangat ideal tentu sangat berbeda dengan apa yang kita kenal dan barangkali yang kita punyai selama ini, dan syahadat telah membawa perubahan, membawa nilai yang memberi pamor dan pesona pada seseorang. Maka syahadat baru dapat eksist manakala datang dengan segala kebenarannya menurut tuntunan sebagaimana yang telah di praktekan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya.

Syahadat adalah proklamasi kemerdekaan dari seorang muslim yang lahir dari sebuah keyakinan yang sungguh – sungguh. Proklamasi ini akan melahirkan tekad untuk konsisten dan konsekuwen setelah ikrar dan pengakuan terhadap kebenaran yang dipeluknya, apapun resikonya. Mereka yang tersetrum syahadat segera tampil untuk membela kebenaran yang selama ini terselimuti dengan kebodohan. Hal ini bukan di bikin-bikin, tetapi lahir secara murni dan fitrah yang asli dan segera bangkit meluruskan kekeliruan dan meluruskannya ke jalan yang benar (Haq).

Dengan syahadat itu saja berarti dalam diri musyahid sudah terjadi pembakaran yang melahirkan energy yang mewujudkan irama kebenaran dan ritme yang begitu rapih dan teratur, melibatkan dan menciptakan langkah dan gerak yang dinamis menuju ke langkah pembebasan jiwa manusia dari segala belenggu dan kegelapan. Firman Allah :

dan Apakah orang yang sudah mati kemudian Dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu Dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.(6:122)

Untuk itu, karena syahadat adalah suatu langkah yang melahirkan sebuah kemerdekaan, tentunya, selain perlu diuji coba dengan sebuah ujian menuju kepada kematangan iman seseorang, perlu bersiap-siap untuk menghadapi segala tantangan dan rintangan dari lawan-lawan yang benci akan arti sebuah pembebasan. Disamping itu syahadat adalah satu langkah pendobrakan terhadap kebathilan baik dalam diri maupun dalam kehidupan masyarakat Jahiliyah yang akan melahirkan suatu generasi lain dari yang ada dewasa ini. Satu generasi pemberani disaat orang kecut dan takut mati, suatu generasi sakinah / tenang disaat orang gundah gulana / kesempitan hati. Perhatikan Firman Allah SWT :

dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(33:22)

Inilah suatu kenyataan pasukan mukmin yang diawali benar syahadatnya ketika menghadapi musuhnya. Disaat orang benci kematian, malah generasi syahadat justru cinta akan kematian yang mulia disisi Allah, karena disana ada satu nilai hakiki yang diyakini oleh generasi ini, yaitu Syurga balasannya tanpa hisab.

Inilah fotensi yang tersembunyi dalam ratusan juta kaum muslimin di dunia sekarang ini. Mereka terpesona dengan semboyan beragama, dan mereka puas dengan kebebasan yang bernaung dibawah citra Islam yang sempit dan terbatas. Sementara memberikan pihak dan kelompok lain terus menyusun kekuatan raksaa, untuk kemudian kita menonton, melihat ummat kita dan saudara-saudara kita dilumat dijadikan bulan-bulanan lewat peng-eksploitiran kebodohan dan politik yang kotor/kejam, terkadang menginjak-injak hak azasi manusia yang berlebihan, hal ini berarti diamnya kelompok yang sadar adalah suatu kezholiman bagi dirinya.

Tidak adanya usaha menciptakan kekuatan yang berimbang, apalagi mengunggulinya, sama artinya mengundang dan membiarkan terjadinya kekejaman dan kezholiman merajalela dan menolong kekejaman tersebut. Rasululloh bersabda :”

“ Barangsiapa yang tidak acuh tehadap urusan ummat Islam, maka mereka bukan kelompok Ummatku.”

Untuk sampai pada tingkat kemerdekaan yang hakiki, perlunya mempersiapkan sedemikian rupa sehingga sampailah kepada bahtera Daulah Islamiyah, sebagai ujung Mardhotillah, dengan merealisir Firman Allah SWT :

dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).(8:60)

Kekuatan yang dimaksud adalah :

  1. Kekuatan Aqidah, seperti mobilisasi aqidah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dari sejak proklamasi syahadat di mekkah sampai wujudnya Madinatul Munawarah.
  2. Kekuatan yang terletak pada kematangan personalia baik secara kuantitas maupun kualitas.
  3. Kekuatan sarana dan fasilitas untuk dapat mengungguli mereka dan muqowamah.
  4. Kekuatan dalam sector ekonomi, guna membantu kelancaran aktifitas dan kesejahteraan ummatnya.

Empat factor kekuatan tersebut, harus dapat menghantarkan dan dapat mengkondisikan akan takutnya musuh-musuh Allah dan musuh-musuh Islam, tanpa itu, kekuatan hanya bernilai hampa dan kosong melompong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s