VISI, MISI DAN FORMAT PERJUANGAN MENUJU KESATUAN

VISI, MISI DAN FORMAT PERJUANGAN MENUJU KESATUAN

VISI, MISI DAN FORMAT PERJUANGAN PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA
Oleh: Departemen Pendidikan dan Dakwah PB.PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA

1. IFTITAH

Segala puji bagi Allah yang mencipta, mengatur dan mengawasi serta mengembalikan kepada Nya seluruh alam semesta. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW, Rasul dan Nabi terakhir hingga akhir zaman dan kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada para penerus risalahnya yang senantiasa istiqamah.
Bahwa sesungguhnya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah sunnatullah, yang merupakan proses serta wadah peradaban manusia dari zaman ke zaman.
Oleh karenanya, hasrat untuk hidup bersama dalam negara dan berpemerintahan, senantiasa menggugah dan menggerakkan hati nurani, akal dan budi manusia untuk menghimpun kearifan demi tercapainya kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial yang makin sempurna.
Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil perjuangan panjang Pemuda Muslimin dan bangsa Indonesia melawan penjajahan kaum kolonial yang kapitalis, imperialis,Liberalis dan Neoliberalism  dimana umat Islam dengan ideologinya merupakan pilar utama perjuangan itu. Perjuangan yang mengandung cita cita bahwa bangsa Indonesia ingin hidup dalam keadaan merdeka, memiliki rasa aman dan perlakuan yang adil serta sejahtera lahir dan bathin dalam tuntunan dan rahmat serta ridha Allah SWT.
Perjalanan sejarah dan politik bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan selama lebih dari 65 tahun sangat terasa bahwa landasan dan prakteknya banyak yang tidak sesuai dengan landasan perjuangan kemerdekaan, telah membiaskan tujuan yang menjadi harapan cita cita perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia itu.

Kapitalisme, imperialisme, Liberalis dan Neoliberalis yang melakukan operasi dengan teknologi canggih dan strategi modern (neoliberalism) tetap mendapat kesempatan berkembang dan mencengkramkan kukunya di bumi Indonesia.

Gerakan eksploitasi dan eksplorasi dunia yang dijalankan oleh kaum kapitalisme, imperialisme, Neoliberalism modern yang diberi kesempatan hidup dalam sistem politik Indonesia telah melengkapi dirinya dengan gerakan ideologi “sistem kehidupan bebas nilai”, yaitu sistem kehidupan yang tidak mendasarkan kegiatan dan jalan hidupnya kepada nilai nilai transendental atau nilai nilai wahyu Illahi. Sekularisme yang mereka introdusir adalah merupakan langkah pendahulu dari sistem kehidupan bebas nilai. Intervensi dan penetrasinya dilakukan melalui transformasi budaya, kesehatan, pendidikan dan ekonomi serta infiltrasi teknologi komunikasi dan media informasi.

Ini adalah gerakan penjajahan multi dimensi yang berskala besar dan luas serta cangih yang tidak mudah dipantau dan diantisipasi dengan pikiran dan usaha yang sederhana yang diarahkan kepada Indonesia yang kaya dengan sumber kehidupan.

Pendangkalan Aqidah umat Islam dan perusakan moral bangsa adalah sasaran tembak pertama dari gerakan ideologi sistem kehidupan bebas nilai yang dijalankan kaum kapitalisme, inperialisme, Neoliberalism disamping usahanya memecah belah umat Islam dan bangsa Indoesia dalam kelompok kelompok pemikiran dan klas klas kehidupan.Usaha politik pecah belah (devide et impera) ini telah berhasil menjadikan ummat Islam Indonesia terkotak kotak dan terpecah belah dalam firkah firkah politik dan golongan golongan, terbawa secara tidak sadar dalam arus idelogi sistem kehidupan bebas nilai. Hal ini telah menyebabkan kekuatan politik ummat Islam menjadi lemah dan sangat mudah untuk diadu domba dan diintervensi oleh musuh musuh Islam sehingga menjauhkan ummat islam dari ideologinya.

Target pertama gerakan ini adalah untuk menimbulkan keragu raguan dalam jumlah besar ummat Islam Indonesia terhadap kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam untuk mengatur masyarakat, bangsa dan negara, dan pada gilirannya akan melenyapkan cita-cita ummat Islam Indonesia untuk mewujudkan sistem kemasyarakatan Islam itu dari bumi Indonesia tercinta yang mayoritas penduduknya umat Islam.

Kewaspadaan dini para tokoh dan pemimpin umat Islam terhadap gerakan besar ini adalah merupakan taruhan masa depan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh adalah peribahasa peringatan keras dari simpul ayat suci Al Qur’an surat ‘Ali Imran 103 sampai 105, As Suura 13, Al An’am 159 dan Al Anfal 73 yang para pemimpin umat Islam pada saat ini mengabaikan, sehingga tidak ada kekuatan umat Islam untuk dapat mencegah, membuat dan menegakkan aturan aturan yang dapat memelihara sistem kehidupan masyarakat, bangsa dan negara sesuai ajaran Islam. Keadaan dan situasi telah terkontaminasi dengan sistem yang memberi peluang legalnya berbagai kemungkaran dan kebathilan seperti porno grafi, porno aksi, perjudian, dan sebagainya.

Umat Islam Indonesia memerlukan satu kesatuan visi dan misi tentang politik dan kemasyarakatan Islam secara tekstual, sebagai penjabaran simpul ayat Al Qur’an tentang persatuan dan kesatuan umat, sehingga dapat menjadi pegangan dan rujukan umat Islam dalam menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bermasyarakat, berbangasa dan bernegara.
Fungsi Pancasila sebagai suatu kesepakatan nasional dalam etika yang kokoh kuat memelihara pergaulan hidup berbangsa dan bernegara yang pernah dan sering diselewengkan, perlu dikembalikan dan dipelihara pada proporsi yang seharusnya sehingga tidak digunakan sebagai alat yang dapat diperpolitisir untuk meredusir dan mendangkalkan aqidah dan pemahaman ummat Islam Indonesia tentang sistem kehidupan politik dan kemasyarakatan Islam yang diyakini dengan seyakin yakinya mampu beradaptasi dengan segala golongan penduduk yang beragam suku ras dan agama.

Sehubungan dengan hal tersebut dan untuk menghidari usaha usaha adu domba dan pecah belah umat Islam perlu kiranya umat Islam memahami dan berpegang teguh pada visi dan misi bersama untuk senantiasa mengedepankan dan memelihara titik titik persamaan dan mengesampingkan titik titik perbedaan.

Diatas titik titik persamaan yang disusun, ditulis dan diratifikasi itulah Umat Islam membangun kekuatan untuk membangun Indonesia masa depan sebagaimana yang dicita citakan oleh para perintis kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dan dalam usaha mewujudkan suatu dunia islam yang sesungguhnya.

 2. LANDASAN

Landasan dalam menetapkan kesatuan Visi dan Misi Politik dan Kemasyarakatan Ummat Islam Indonesia adalah dari keyakinan bahwa Islam itu adalah Dienullah. Ia adalah suatu ketentuan hukum tentang hidup dan kehidupan serta peraturan dasar pergaulan hidup bersama yang benar dan lengkap yang ditetapkan Allah Swt agar manusia dapat memperoleh kesejahteraan didunia dan keselamatan diakhirat. Dalam ketentuannya, Islam mendatangkan kebenaran dan keadilan, membebaskan manusia dari kedhaliman, memerdekakan ummat dari segala bentuk penjajahan, perbudakan dan perhambaan, serta menjauhkan dari kebodohan dan kemiskinan, membangun hidup dan kehidupan baru, dan membawa manusia ketingkat derajat taqwa yang tinggi dan sempurna.

 2.1. Al Qur’an kitab wahyu terakhir

Pokok yang terutama daripada Agama Islam ialah Al Qur’an. Inilah kita Kitab Suci (kitab wahyu) yang penghabisan, yang isinya diwahyuhkan oleh ALLAH yang Maha Kuasa. Ia diturunkan pada ketika di dunia tidak ada lagi Kitab Suci yang tetap didalam kesuciaannya yang semula. Turunnya Wahyu Ilahi yang pertama-tama kepada Nabi Muhammad Saw, Salallahu’alaihi wasallam, adalah di dalam gua Gunung Hira pada bulan Ramadhan, tahun Masehi 609.

Bahwa Kitab-kitab Suci yang lainnya itu ada setengahnya yang sudah lenyap sama sekali, ada yang lain-lainnya sudah menjadi kotor lantaran dari perubahan-perubahan bikinan manusia.
Inilah sebabnya maka diantara orang-orang pemeluk agama-agama yang lainnya sudah timbul rupa-rupa firqah (secte), yang satu sama lain bukan saja berselisih tentang cabang-cabang agama (furu’), tetapi berselisih juga tentang pokok kepercayaan agamanya. Firqah-firqah yang serupa itu tidak ada didalam dunia Islam.

Meskipun dalam dunia Islam ada perselisihan tentang perkara-perkara furu’, namun sekalian kaum Muslimin yang beratus juta orang banyaknya tersebar di seluruh muka bumi itu semuanya berpegang kepada ‘aqidah yang serupa saja yaitu LA ILAHA ILLALLAHU MUHAMMADAR RASULULLAH

Tidak ada agama lain di dunia melainkan Islam sajalah yang bisa menunjukkan, bahwa Kitab sucinya (Qur’an) yang sampai kepada pemeluk-pemeluknya hingga pada dewasa ini, tetaplah Kitab sucinya itu didalam kesuciannya yang semula. Apabila ALLAH Ta’ala telah berkenan menyatakan kemauanNya kepada manusia dengan perantaraan rupa-rupa Nabi yang lebih dahulu sebelum Nabi Muhammad SAW dan apabila nyata bahwa Kitab-kitab suci yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang duluan itu, ada setengahnya yang sudah lenyap sama sekali dan setengahnya pula menjadi rusak lantaran dari perubahan-perubahan bikinan manusia, maka sudah tentulah ada sesuatu lagi yang diturunkan ALLAH Ta’ala buat mengganti Kitab-kitab suci yang sudah lenyap dan sudah menjadi rusak itu. Asas yang demikian ini dibuktikan benarnya oleh segenap alam yang menjadi lenyap atau musnah. Maka timbullah sesuatu yang lainnya yang semacam itu. Kebenaran ini dinyatakan di dalam Qur’an Suci dengan perkataan-perkataan yang termaktub di dalam Surat Al Baqarah (II), ayat ke 106, yang artinya [“Tanda (ayat) yang manapun juga yang Kami jadikan tidak berguna (hapuskan) ataupun Kami sebabkan menjadi terlupa, adalah Kami timbulkan satu (tanda) yang lebih baik daripada itu ataupun yang sama dengan itu. Apakah kamu tidak tahu, bahwa ALLAH berkuasa atas segala apa saja”].

2.2. Kesucian Al Qur’an yang terpelihara

Baik lawan maupun kawan Islam, semuanya mengakui bahwa Qur’an Suci yang ada hingga pada dewasa ini, dalam segala halnya masih tetap serupa saja dengan Qur’an Suci sebagai adanya ketika mula-mula diwahyukan oleh ALLAH.

Firman Allah dalam surat Al Hajj (022:067)

Bagi tiap-tiap umat (periode umat) telah Kami tetapkan syari`at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu (Muhammad) dalam urusan (syari`at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Al Hajj:022:067).

Kemudian surat Al Mu’minum(023:052

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu (sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok syari’at) dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku (Al Mu’minun: 023:052).

Kemudian ditegaskan jaminan pemeliharaan AlQur’an itu dalam surat Al An’aam (006:115)

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an) dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al An’aam:115). 

2.3. Kandungan Al Qur’an yang melandasi

Bahwa kitab Al Qur’an tidak ada mengandung keraguan didalamnya, dan merupakan petujuk bagi mereka yang bertaqwa (Al Baqarah:002:002)

Dan Allah telah memerintahkan kepada orang orang yang beriman, agar “bertaqwalah kepada Nya dengan sebenar benarnya taqwa; dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (Ali ‘Imran : 003: 102):

Kemudian perintah dan larangan Allah dalam Q.S. Asy syuura (042:013:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: tegakkanlah agama (din) dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya.”

Kemudian dalam surat Ali ‘Imran (003:103):

“Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya” (Ali ‘Irmran:003:103);

Lalu surat Ali ‘Imran (003:104 )

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” :

Kemudian dalam surat Ali ‘Imran (003:105):

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan yang berat” :

Kemudian dalam surat Al An’am (006:159:

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) terhadap mereka”. 

Kemudian dalam surat Al Anfal (008:046):

Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfal: 008 : 046)

Kemudian dalam surat Al Anfal (008:073):

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (Al Anfal:008:73).
Kemudian surat Al A’raf (007:096)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkab perbuatannya ”(Al A’raf :007:096)

Mengingat dan memperhatikan serta menghayati akan hakikat Islam dan firman Allah dalam ayat-ayat Al Qur’an sebagaimana tersebut diatas, maka menjadi kewajiban bagi ummat Islam Indonesia sebagai bagian dari ummat Islam sedunia untuk bersatu dalam satu visi, misi dan format politik serta kemasyarakatan, tidak bercerai berai dan membangun kerja sama diatas Landasan kesatuan ‘aqidah, ilmu yang tinggi dan siyasahh Islamiyah, untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 145.

USAHA MENGABURKAN CITA-CITA SISTEM KEMASYARAKATAN ISLAM

Adalah suatu keadaan yang sungguh sungguh sangat perlu mendapat perhatian dan pemikiran umat Islam, terutama para pemimpin dan tokoh-tokoh politik dan kemasyarakatan dan para mubalig, bahwa dalam konstelasi perpolitikan dunia saat ini, suatu gerakan besar sedang digulirkan untuk menguasai bagian bagian dunia yang kaya dengan sumber kehidupan, dimana Indonesia adalah salah satu sasaran papan atas dalam daftar target gerakan ini.

Ia adalah suatu gerakan eksplorasi dan eksploitasi dunia yang menyatu dengan suatu gerakan ideologi yang menganut paham sistem kehidupan bebas nilai, yaitu suatu sistem kehidupan bebas yang tidak terikat dan tidak tunduk pada nilai-nilai transendental atau nilai nilai wahyu ilahi. Gerakan ini dijalankan oleh kaum kapitalisme, imperialism, neoliberalisme (Liberalisme modern) yang selalu memperbaharui strategi dan tehnik penjajahannya dengan cara cara yang halus dan lihay yang tidak mudah dipahami dengan pikiran sederhana.

Indonesia yang kaya dengan berbagai sumber kehidupan dan merupakan wilayah strategis dalam matarantai timur dan barat telah menjadi daerah rebutan dan penghisapan kaum kapitalis dan imperialis penjajajah sejak ratusan tahun yang lalu, dan dilanjutkan hingga saat ini, zaman yang kita sebut zaman merdeka, namun yang hakikatnya kita masih tetap terjajah dalam sistem kehidupan modern.

Gerakan penjajahan modern oleh kaum kapitalisme dunia ini dalam rekayasa operasinya berusaha menjauhkan sistem kehidupan bangsa Indonesia terutama umat Islam dari nilai-nilai wahyu ilahi yang menjadi sumber moral kehidupan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasi-kan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil perjuangan panjang bangsa Indonesia melawan penjajahan kaum kolonial yang kapitalis imperialis, dimana umat Islam dengan ideologinya merupakan pilar utama perjuangan itu. Perjuangan yang mengandung cita cita bahwa bangsa Indonesia ingin hidup dalam keadaan merdeka, memiliki rasa aman dan perlakuan yang adil serta sejahtera lahir dan bathin dalam tuntunan dan rahmat serta ridha Allah SWT.

Perjalanan sejarah dan politik bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan selama lebih dari 65 tahun sangat terasa bahwa landasan dan prakteknya banyak yang tidak sesuai dengan landasan perjuangan kemerdekaan, telah membiaskan tujuan yang menjadi harapan cita cita perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia itu.

Kapitalisme dan imperialisme yang melakukan operasi dengan Informasi teknologi dan strategi modern (neoliberalisme) tetap mendapat kesempatan berkembang dan mencengkramkan kukunya di bumi Indonesia.

Sekularisme yang mereka terapkan dan kembangkan adalah merupakan langkah pendahulu dari sistem kehidupan bebas nilai. Intervensi dan penetrasinya dilakukan melalui transformasi budaya dan ekonomi serta infiltrasi teknologi komunikasi dan media informasi.

Kapitalisme Imperialisme adalah gerakan penjajah-an multi dimensi yang berskala besar dan luas serta cangih yang tidak mudah dipantau dan diantisipasi dengan pikiran dan usaha yang sederhana yang diarahkan kepada Indonesia yang kaya dengan sumber kehidupan.

Pendangkalan aqidah umat Islam dan perusakan moral bangsa adalah sasaran tembak pertama dari gerakan ideologi sistem kehidupan bebas nilai yang dijalankan kaum kapitalisme dan inperialisme disamping usahanya memecah belah umat Islam dan bangsa Indoesia dalam kelompok kelompok pemikiran dan klas klas kehidupan.

Gerakan ini memasuki wilayah pendidikan mulai dari taman kanak, sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi, tidak ketinggalan perguruan tinggi Islam dan berlanjut kedalam pemerintahan, yang akhirnya menelikung bangsa Indonesia.

Usaha politik pecah belah (devide et impera) ini telah berhasil menjadikan bangsa Indonesia, terutama ummat Islam terkotak kotak dan terpecah belah dalam firkah firkah politik dan golongan golongan yang saling membanggakan diri dan merasa paling benar, terbawa secara tidak sadar dalam arus idelogi sistem kehidupan bebas nilai.

Hal ini telah menyebabkan kekuatan politik ummat Islam menjadi lemah dan sangat mudah untuk diadu domba dan diintervensi oleh musuh musuh Islam sehingga menjauhkan ummat islam dari ideologinya.

Target pertama gerakan ini adalah untuk menimbulkan keragu raguan dalam jumlah besar ummat Islam Indonesia terhadap kebenaran dan kesempurnaan sistem Islam untuk mengatur masyarakat, bangsa dan negara, dan pada gilirannya akan melenyapkan cita-cita ummat Islam Indonesia untuk mewujudkan sistem kemasyarakatan Islam itu dari bumi Indonesia tercinta yang mayoritas penduduknya umat Islam.

Kurangnya perhatian dan kewaspadaan dini para politisi kita yang mayoritas umat Islam dan para pemimpin umat Islam terhadap gerakan besar ini adalah merupakan persoalan masa depan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Keadaan dan situasi kehidupan bangsa Indonesia telah terkontaminasi dengan sistem yang mendorong kerusakan moral dan berkembangnya ketidak tundukan terhadap nilai nilai agama, meskipun mereka mengaku beragama. Hal ini telah memberi peluang mudahnya orang melakukan tindakan amoral seperti korupsi dan melegalkan berbagai kemungkaran dan kebathilan seperti porno grafi, porno aksi, perjudian, dan sebagainya.

Pada pemilu 2009 konstelasi politik telah mengakomodir perpecahan kekuatan umat Islam sehingga politisinya menjadi tersebar dalam berbagai parpol yang akan saling berkompetisi.

Salain itu sudah menjadi pengetahuan umum pula bahwa banyak anggota dan pimpinpinan parpol yang ketahuan terlibat dalam kasus kasus yang merendahkan moral dan martabat partainya seperti kasus korupsi, perselingkuhan, pelanggaran aturan dan sebagainya, sehingga hilannya kepercayaan masyarakat kepada parpol parpol.

Dihimbau para tokoh Islam mempertinggi kesadaran untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dan dapat menyatukan langkah berjuang untuk menegakkan nilai nilai moral dan agama serta budaya bangsa, serta menempatkan Islam dalam posisi sentral pemelihara kerukunan hidup bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s